Di antara dalil menunjukkan bahwa bangsa ini masih ada hingga sekarang, bahkan setiap hari selalu berusaha untuk keluar kepada manusia adalah riwayat yang tersebut dalam Sunan Ibnu Majah dengan sanad yang sahih dari Abu Hurairah —Semoga Allah Meridainya— yang mengatakan bahwa Rasulullah Ṣallallāhu ʿAlaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj berusaha membuat lubang setiap hari sampai ketika mereka hampir melihat cahaya matahari, maka penguasa mereka berseru, ‘Pulanglah, kita akan melubanginya lagi esok hari.’ Lalu, Allah Mengembalikan lubang itu lebih daripada keadaan sebelumnya. Sampai ketika sudah tiba masanya, ketika Allah Berkehendak Mengirim mereka kepada manusia, mereka berusaha membuat lubang setiap hari sampai ketika mereka hampir melihat cahaya matahari, maka penguasa mereka berseru, ‘Pulanglah, kita akan melubanginya lagi esok hari insyaallah.’ Mereka pun juga mengucapkan ‘insyaallah’.
Kemudian, mereka kembali lagi ke tempat tersebut dan ternyata keadaannya masih seperti saat mereka meninggalkannya kemarin. Lalu mereka terus melubanginya dan akhirnya mereka dapat keluar kepada manusia. Setelah itu, mereka meminum air hingga kering, dan manusia pun berlindung dari mereka di benteng-benteng mereka. Lalu mereka (Ya’juj dan Ma’juj) melemparkan anak panah mereka ke arah langit, lalu anak panah itu kembali dengan berlumuran darah. (Maksudnya, anak panah itu kembali dengan keadaan penuh darah, untuk menjadi ujian bagi manusia).