Kecerdasan buatan (AI) dapat membantu membaca hasil radiologi, jaringan patologi, data genetik, dan rekam medis. Akan tetapi, AI tidak boleh menggantikan penilaian klinis. Sistem ini hanya akan baik bila dilatih dengan data yang berkualitas dan mewakili keragaman penduduk Indonesia.
Kekayaan hayati Indonesia juga dapat menjadi sumber penemuan obat. Namun, bahan alam tetap harus melalui penelitian yang ketat. Klaim kesembuhan tidak boleh mendahului bukti tentang kandungan, dosis, keamanan, interaksi obat, dan manfaatnya pada manusia.
Kedaulatan bukan berarti menutup diri
Kedaulatan dalam penanganan kanker bukan berarti Indonesia harus membuat seluruh obat dan alat sendiri. Kerja sama internasional tetap penting. Namun, Indonesia perlu mampu menentukan prioritas, menilai teknologi secara mandiri, melindungi data pasien, dan membangun kemampuan produksi secara bertahap.
Data kanker juga perlu dikelola dengan aman dan bertanggung jawab. Pencatatan kasus yang baik membantu pemerintah mengetahui jenis kanker yang paling banyak ditemukan, stadium saat diagnosis, terapi yang diberikan, dan hasil pengobatan. Tanpa data yang kuat, kebijakan mudah meleset dari kebutuhan nyata.