Beranda Kolom Mendekatkan Layanan Kesehatan Mental untuk Masa Depan Indonesia Sehat

Mendekatkan Layanan Kesehatan Mental untuk Masa Depan Indonesia Sehat

Konsep klinik kesehatan mental berbasis komunitas bukan sekadar membangun gedung baru. Yang lebih penting adalah mengubah filosofi pelayanan.

0
Istimewa

Di sinilah Indonesia dapat belajar dari pengalaman Inggris, negeri tempat saya merantau dan bekerja. Dalam beberapa tahun terakhir, Inggris mengembangkan berbagai pendekatan layanan kesehatan mental berbasis komunitas. Selain melalui layanan primer dan sistem rujukan, dukungan psikologis juga semakin dekat dengan ruang-ruang publik. Di sejumlah daerah, masyarakat dapat memperoleh konsultasi awal, informasi, kelompok pendampingan, maupun layanan walk-in melalui kolaborasi antara layanan kesehatan, pemerintah lokal, organisasi sosial, perpustakaan, pusat komunitas, bahkan ruang-ruang yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan, sebagai tempat memperoleh pertolongan psikologis.

Gagasannya sederhana tetapi revolusioner. Mengapa perpustakaan hanya menjadi tempat meminjam buku? Bukankah ia juga dapat menjadi tempat seseorang mengakses pengetahuan bahkan pertolongan bagi keluhan mentalnya ? Mengapa balai warga hanya dipakai rapat RT? Mengapa tidak bisa dikondisikan menjadi ruang konseling untuk beberapa kali dalam seminggu ? Mengapa kantor pemerintahan tidak menyediakan satu ruangan tenang untuk konsultasi psikologis bagi pegawai maupun masyarakat? Mengapa pusat perbelanjaan memiliki puluhan gerai kopi tetapi tidak memiliki satupun sudut kesehatan mental ? Pertanyaan-pertanyaan ini terdengar radikal, karena selama ini kita membayangkan kesehatan mental, begitu identik dengan rumah sakit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here