Meski ada pembatasan, Mu`ti menekankan, internet dan gawai tetap memiliki sisi positif. Terutama untuk kepentingan pendidikan dalam mengakses materi pelajaran dari sumber daring.
"Ini yang memang nanti harus diberikan pengawasan sedemikian rupa. Sehingga tidak terjadi penyalahgunaan," ucapnya, tegas.
Ia berharap program ini mampu membangun budaya penggunaan media sosial yang lebih beradab. Hal ini guna menyelamatkan generasi muda dari konten yang tidak edukatif.
"Agar dapat memiliki dampak positif dalam membangun budaya penggunaan media sosial. Tentunya yang lebih beradab," ujarnya. dilansir rri.co.id