Sebanyak 8.152 satuan pendidikan yang belum memiliki akses internet kini telah mendapatkan layanan konektivitas, termasuk melalui pemanfaatan layanan satelit Starlink untuk wilayah terpencil.
"Bagaimana kalau daerah tidak ada internet? Nah, solusinya kita bantu dengan penyaluran saluran internet itu, dengan Starlink itu kita bangun untuk 8.152 sekolah," kata Mu'ti menjelaskan.
Pemerintah juga mengatasi kendala ketersediaan listrik di daerah tertinggal. Kemendikdasmen bekerja sama dengan PT PLN untuk menghadirkan akses listrik bagi 2.389 satuan pendidikan yang sebelumnya belum teraliri listrik.
Mu'ti menekankan bahwa langkah revitalisasi dan digitalisasi tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam pemerataan kualitas pendidikan nasional, terutama bagi sekolah di wilayah terpencil dan tertinggal.