Beranda Perspektif Menelusuri Jejak Perang Biologis Jepang di Asia Tenggara

Menelusuri Jejak Perang Biologis Jepang di Asia Tenggara

Akademisi Singapura Lim Shao Bin memeriksa salinan materi arsip di kediamannya di Singapura pada 23 Agustus 2025. (Carapandang/Xinhua/Shu Chang)

0
Xinhua

   Pada Mei 1942, sebuah unit perang biologis dibentuk di Nanjing, China, dan dikirim ke Singapura sebulan kemudian. Detasemen tersebut, yang secara umum dikenal sebagai Departemen Pencegahan Epidemi dan Pemurnian Air dari Kelompok Angkatan Darat Ekspedisi Selatan, disebut sebagai Unit Oka 9420 (Unit 9420) di dalam Tentara Kekaisaran Jepang, menurut catatan sejarah.

   Unit perang biologis yang berbasis di Singapura ini merambah area yang kini disebut Malaysia, Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Myanmar, menurut Lim dan Wang Xuan, penulis lainnya yang berasal dari China.

   Dokumentasi menunjukkan bahwa salah satu misi utamanya adalah merawat tikus dan membiakkan kutu yang terinfeksi wabah.

   Othman Wok, mendiang mantan menteri Singapura, sempat mengenang masa ketika dirinya bekerja sebagai asisten di unit tersebut. Dalam sejarah lisannya yang dibuat pada 1981, Wok mengatakan bahwa tugas harian unit itu adalah menangkap tikus dan memberi makan kutu dengan darah dan daging tikus yang terinfeksi bakteri wabah. "Setiap tiga sampai empat bulan sekali, jutaan kutu ini dibawa hidup-hidup dalam stoples-stoples kaca besar ke Thailand dengan kereta," ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here