Beranda Sejarah Mengenal Krionika, Sejarah Upaya “Membekukan” Harapan Hidup di Masa Depan

Mengenal Krionika, Sejarah Upaya “Membekukan” Harapan Hidup di Masa Depan

Dalam sejarah sains modern, konsep ini dikenal sebagai krionika (cryonics), yakni praktik menyimpan tubuh atau otak manusia dalam suhu sangat rendah setelah dinyatakan meninggal secara hukum.

0
Krionika (nypost.com)

CARAPANDANG - Gagasan untuk “mengawetkan” manusia agar bisa dihidupkan kembali di masa depan bukanlah cerita fiksi ilmiah semata. Dalam sejarah sains modern, konsep ini dikenal sebagai krionika (cryonics), yakni praktik menyimpan tubuh atau otak manusia dalam suhu sangat rendah setelah dinyatakan meninggal secara hukum. 

Hal ini dilakukan dengan harapan teknologi masa depan mampu menghidupkannya kembali dan menyembuhkan penyakit yang sebelumnya tak tertangani.

Akar Gagasan di Abad ke-20

Konsep krionika mulai populer pada awal 1960-an di Amerika Serikat. Tokoh penting dalam sejarahnya adalah Robert Ettinger, seorang guru fisika dan veteran Perang Dunia II. Pada 1962, Ettinger menerbitkan buku berjudul The Prospect of Immortality.

Dalam bukunya, ia berpendapat bahwa kematian akibat penyakit saat ini seharusnya dianggap sebagai kondisi medis yang suatu hari mungkin dapat diperbaiki, bukan akhir yang mutlak.

Gagasan Ettinger memicu lahirnya komunitas-komunitas awal yang mendukung pembekuan manusia pascakematian. Pada 1967, seorang profesor psikologi bernama James Bedford menjadi manusia pertama yang dikrionikkan.

Tubuhnya diawetkan dengan nitrogen cair pada suhu sekitar minus 196 derajat Celsius. Hingga kini, jenazah Bedford masih disimpan oleh organisasi krionika di Amerika Serikat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here