Namun para pendukung krionika berargumen bahwa kemajuan di bidang nanoteknologi, rekayasa genetika, dan kecerdasan buatan di masa depan dapat membuka kemungkinan yang saat ini belum terbayangkan.
Meski berakar di Amerika Serikat, praktik krionika juga menyebar ke Rusia dan beberapa negara Eropa. Di Rusia, perusahaan seperti KrioRus mulai menawarkan layanan serupa sejak awal 2000-an.
Sejumlah tokoh teknologi dan pebisnis global juga diketahui mendaftar sebagai calon pasien krionika, meski identitas mereka kerap dirahasiakan.
Namun, krionika menghadapi tantangan hukum dan etika di banyak negara. Status hukum tubuh yang disimpan, tanggung jawab jangka panjang lembaga penyimpan, serta persoalan agama dan moral menjadi perdebatan yang belum usai.
Lebih dari setengah abad sejak James Bedford dibekukan, krionika masih berada di wilayah antara eksperimen ilmiah dan harapan filosofis.
Bagi sebagian orang, krionika adalah bentuk optimisme ekstrem terhadap masa depan sains.
Bagi yang lain, ia dianggap sebagai upaya melawan kodrat kematian dengan teknologi yang belum terbukti.
Sejarah krionika menunjukkan satu hal yang pasti, manusia selalu mencari cara untuk memperpanjang hidup, bahkan menembus batas kematian.
Apakah suatu hari nanti “pasien krionika” benar-benar bisa dibangunkan kembali, masih menjadi pertanyaan besar yang hanya waktu dan perkembangan ilmu pengetahuan yang dapat menjawabnya.