CARAPANDANG - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan perekonomian riil Indonesia tetap dalam kondisi solid dan tidak separah narasi negatif yang ramai di media sosial. Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja dengan Komite IV DPD RI secara daring, Senin (22/6/2026).
Menkeu mengaku sempat khawatir dengan berbagai keluhan di medsos, namun data terkini justru menunjukkan ketahanan ekonomi.
"Saya juga tadi deg-degan apakah betul keluhan yang disuarakan di banyak medsos itu berdasar. Kita lihat ketika lihat angkanya tumbuh, saya agak lega, berarti tidak seburuk yang diperkirakan," ujarnya.
Purbaya memaparkan sejumlah indikator sebagai bukti: pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 mencapai 5,61%, inflasi terkendali di 3,08%, dan surplus neraca perdagangan 72 bulan berturut-turut.
Penjualan mobil tercatat tumbuh 55% dan sepeda motor naik 28,1%, sementara konsumsi semen domestik melonjak 35,6% pada April 2026.
Ia juga menyoroti kontribusi konsumsi rumah tangga yang mencapai 2,94% terhadap pertumbuhan Q1 2026, lebih besar dari konsumsi pemerintah (1,26%).
"Belanja masyarakat kita masih kuat. Artinya sebetulnya secara keseluruhan masyarakat kita masih punya daya beli yang cukup baik," tegasnya.
Sebelumnya, Menkeu sempat melontarkan kritik terhadap analis media sosial yang dinilai membentuk persepsi negatif tanpa data lapangan.