Beranda Internasional Menlu Iran: Kericuhan Berdarah di Iran Ditungangi AS

Menlu Iran: Kericuhan Berdarah di Iran Ditungangi AS

Menuurtnya  yang dilakukan Presiden Donald Trump  agar AS bisa melakukan intervensi militer terhadap Iran.

0
ilustrasi/istimewa

CARAPANDANG - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuding Amerika Serikat (AS) dibalik aksi unjuk rasa anti pemerintah.  AS sengaja mengubah aksi unjuk rasa menjadi kekerasan dan tumpah darah.

Menuurtnya  yang dilakukan Presiden Donald Trump  agar AS bisa melakukan intervensi militer terhadap Iran. 

Menlu Iran mengatakan kepada para diplomat asing di Teheran pada Senin (12/1/2025) bahwa kekerasan meningkat selama akhir pekan tetapi situasi sekarang berada di bawah kendali penuh.

Araghchi mengatakan peringatan Trump tentang tindakan militer terhadap Teheran jika protes berubah menjadi kekerasan telah memotivasi 'teroris' menargetkan para demonstran dan pasukan keamanan untuk mengundang intervensi asing.

"Kami siap untuk perang tetapi juga untuk dialog," tambahnya.

Dia juga mengatakan Iran memiliki rekaman distribusi senjata kepada para demonstran. Pihak berwenang juga akan segera merilis pengakuan para tahanan.

"Demonstrasi tersebut dipicu dan didorong oleh unsur-unsur asing," katanya, seraya mencatat bahwa pasukan keamanan akan memburu mereka yang bertanggung jawab seperti dilansir Republika.

Protes yang meningkat di Iran telah memasuki pekan ketiga di tengah pemadaman internet nasional dan ancaman intervensi militer berulang dari Trump.

Pemerintah Iran telah menetapkan tiga hari berkabung nasional untuk para "martir" yang tewas selama protes, termasuk anggota pasukan keamanan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here