CARAPANDANG -
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi pada Minggu (9/8) mengatakan bahwa dimulainya kembali negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS) tidak akan mungkin terjadi kecuali AS mengakhiri pelanggarannya terhadap nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang baru-baru ini ditandatangani antara kedua negara.
Araghchi menyampaikan pernyataan tersebut saat berbicara kepada wartawan di sela-sela sebuah acara di Teheran, seraya menekankan bahwa saat ini tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung antara kedua pihak, menurut kantor berita resmi Iran, IRNA.
"Meskipun pesan-pesan dipertukarkan melalui mediator, proses ini tidak disebut negosiasi," ujarnya.
Araghchi mengungkapkan bahwa meskipun beberapa negara perantara berupaya untuk melanjutkan pembicaraan, hal itu tidak mungkin terjadi hingga pihak AS mengakhiri pelanggarannya terhadap MoU dan memberikan kompensasi atas pelanggaran yang telah dilakukannya.
Mengomentari pembicaraan yang sedang berlangsung antara Iran dan Oman tentang penetapan pengaturan lalu lintas maritim baru di Selat Hormuz, dia mengatakan bahwa negosiasi dengan Muscat tentang penetapan sebuah rute baru melalui jalur perairan itu terus berlanjut dan telah berjalan dengan baik sejauh ini.