"China bersedia berkoordinasi secara erat dengan Indonesia dalam berbagai urusan internasional dan kawasan. Kedua negara juga perlu mendorong pembangunan komunitas bersama China-Indonesia yang memiliki pengaruh di kawasan maupun tingkat global, serta memberikan kontribusi bagi pembangunan bersama kedua negara dan umat manusia," tambah Wang Yi.
Terkait WAICO, Wang Yi mengatakan keikutsertaan Indonesia sebagai salah satu negara anggota pendiri mencerminkan sikap aktif Indonesia terhadap kerja sama internasional di bidang kecerdasan buatan.
Organisasi tersebut, tambah Wang Yi, dirancang khusus bagi negara-negara Selatan Global dengan tujuan mencegah munculnya kesenjangan baru di bidang kecerdasan buatan di dunia.
Wang Yi menilai perkembangan kecerdasan buatan harus melayani seluruh umat manusia sehingga setiap negara berhak mengikuti arus perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memanfaatkannya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mendorong pembangunan serta kebangkitan nasional.
"China bersedia bekerja sama dengan negara-negara yang memiliki pandangan serupa untuk mendorong perkembangan AI ke arah yang inklusif dan dapat dinikmati secara luas. China juga ingin meningkatkan hak bersuara dan keterwakilan negara-negara berkembang serta bersama-sama menjaga hak dan kepentingan sah Selatan Global," jelas Wang Yi.