Berdasarkan produksi tahun lalu, DSI diperkirakan akan menangani sekitar 1,5 juta ton ekspor batu bara per hari atau setara dengan kebutuhan sekitar 23 kapal tanker jenis Panamax setiap hari.
Kristiono juga mengingatkan potensi gugatan di tingkat internasional ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) apabila kebijakan ini dianggap menciptakan praktik monopoli perdagangan.
Namun, Airlangga meminta investor dan pelaku usaha tidak khawatir karena kebijakan ini tidak mengubah mekanisme ekspor yang selama ini berjalan.
"Tidak perlu khawatir, karena seluruhnya ekspor masih dilakukan oleh perusahaan di sektor existing, baik batu bara, CPO, maupun feronikel," tegasnya.
Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menyatakan bahwa susunan lengkap pengurus DSI akan diumumkan dalam pekan depan.
Saat ini, pihaknya masih melakukan seleksi internal terkait kelayakan calon pengurus perseroan yang akan membantu tugas Direktur Utama Luke Thomas Mahony.
Dari sisi sumber daya manusia, Danantara mengindikasikan akan merekrut tenaga kerja global untuk mendukung kinerja DSI, terutama karena bidang pekerjaan yang dibutuhkan memerlukan keahlian khusus dalam perdagangan komoditas internasional.