"Peralatan terminal tidak hanya beroperasi secara efisien, tetapi juga mampu melakukan optimisasi dinamis secara regional berdasarkan fluktuasi kedatangan kapal secara waktu nyata, perubahan cuaca yang mendadak, dan lonjakan arus barang yang tiba-tiba," ujar Xu.
"Ini menuntut AI untuk berkembang dari sekadar menjalankan perintah menjadi mampu melakukan penalaran secara mandiri, serta berkembang dari kecerdasan mesin tunggal menjadi kolaborasi kelompok," tambahnya.
Waqas Samad, CEO Lloyd's List Intelligence, mengatakan bahwa China memainkan peran penting dalam lanskap pelayaran global saat ini sebagai pemilik armada kapal terbesar di dunia serta pembangun kapal dan produsen kontainer pelayaran terbesar di dunia.