Sukamto menambahkan kelompok dengan risiko tinggi meliputi tenaga kesehatan, individu dengan penyakit kronis, orang dengan daya tahan tubuh rendah, serta pelancong ke daerah dengan kejadian luar biasa (KLB) campak.
Ia menegaskan vaksinasi merupakan cara paling efektif untuk membentuk kekebalan dan menekan penularan.
Selain melindungi individu, vaksinasi juga berperan dalam membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok yang dapat melindungi bayi, ibu hamil, serta individu dengan gangguan sistem imun yang tidak dapat divaksin.
Menurut dia, cakupan vaksinasi yang tinggi diperlukan agar virus sulit menyebar di masyarakat.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menargetkan cakupan vaksinasi campak mencapai sekitar 90 persen hingga lebih dari 95 persen untuk membentuk kekebalan kelompok yang optimal.
Ia menambahkan, secara global vaksinasi campak telah mencegah sekitar 59 juta kematian dalam periode 2000 hingga 2024.
PAPDI menilai peningkatan cakupan vaksinasi pada orang dewasa penting dilakukan untuk mendukung pengendalian campak di tengah mobilitas masyarakat yang tinggi.