Kejadian itu pertama kali disadari setelah terdengar suara bergemuruh menyerupai ledakan, sebelum tanah yang telah retak akibat kemarau amblas dan membentuk lubang berisi air dengan kedalaman diperkirakan mencapai 20 meter.
Merespons situasi tersebut, aparat kepolisian bersama BPBD Kabupaten Limapuluh Kota telah memasang garis pengaman di sekitar lokasi.
Meski rasa penasaran warga cukup tinggi, pembatasan tetap diberlakukan karena suara dentuman dari dalam lubang masih terdengar, menandakan proses amblasan belum sepenuhnya berhenti dan berisiko menimbulkan longsor susulan. *(adpsb)*