"Semoga tahun depan kami dapat mengajak lebih banyak perguruan tinggi untuk berpartisipasi, terutama di bidang pendidikan mendalam (deep education) dan pendidikan AI. Kami ingin belajar lebih banyak dari China mengenai integrasi industri dan pendidikan serta pengembangan kurikulum AI."
Badri mengatakan bahwa sejumlah niatan kerja sama di bidang pendidikan digital antara perguruan tinggi Indonesia dan Guizhou akan dicapai dalam ajang Pekan Kerja Sama Pendidikan China-ASEAN.
Foto dokumentasi ini menunjukkan Pusat Kerja Sama Terapan Kecerdasan Buatan China-ASEAN yang terletak di Nanning, ibu kota Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan. (Xinhua)
"Kolaborasi dapat terwujud jika kita saling percaya. Untuk membangun kepercayaan, kita perlu bertemu secara langsung. Pekan kerja sama ini merupakan kesempatan yang tepat bagi kita untuk saling memperbarui perkembangan yang dicapai setiap tahun, sehingga kita dapat mempercepat sekaligus memperluas skala kerja sama AI," ujar Badri.
"Kami akan menandatangani perjanjian kerja sama antara sejumlah perguruan tinggi di Indonesia dengan Universitas Guizhou dan Institut Teknologi Guizhou. Perjanjian tersebut mencakup pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, dan kerja sama penelitian bersama di bidang AI. Ini merupakan awal yang baik bagi kemitraan pendidikan digital antara Indonesia dan Guizhou."