CARAPANDANG - Harga perak (XAG/USD) mencatatkan penguatan harian pada penutupan perdagangan Jumat (26/6/2026), namun masih membukukan koreksi yang cukup dalam secara mingguan. Logam mulia ini kini berada di bawah level psikologis US$60,00 per troy ons.
Berdasarkan data perdagangan, pasangan XAG/USD ditutup pada level US$59,16 per troy ons pada hari Jumat, mencatatkan kenaikan sekitar 2,23% dibandingkan penutupan Kamis di posisi US$57,86.
Meskipun terdapat penguatan harian, secara akumulasi sepekan perak membukukan pelemahan sebesar 8,84% dari posisi akhir pekan sebelumnya di US$64,90 per troy ons. Sepanjang pekan ini, perak sempat menyentuh titik terendahnya pada hari Rabu (24/6/2026) di level US$57,43.
Selain dinamika pergerakan harian, tekanan utama terhadap harga perak juga datang dari kondisi makroekonomi global. Skenario suku bunga yang akan higher-for-longer menjadi sentimen negatif yang memberatkan laju logam putih ini.
Sejumlah bank sentral utama dunia mengindikasikan sikap untuk tetap mempertahankan atau bahkan berpotensi menaikkan suku bunga mereka demi mengendalikan laju inflasi.
Lingkungan suku bunga yang tinggi secara historis memberikan tekanan ke bawah bagi aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti perak, karena pelaku pasar cenderung mengalihkan modal mereka ke instrumen investasi yang memberikan imbal hasil tetap. Dilansir cnbcindonesia.com