CARAPANDANG - Pasar perak global menutup pekan pertama Februari 2026 dengan pergerakan harga yang sangat ekstrem. Setelah sempat menyentuh rekor tertinggi baru, harga logam mulia ini mengalami tekanan jual yang masif sebelum akhirnya berhasil rebound secara signifikan menjelang penutupan pasar akhir pekan.
Berdasarkan data perdagangan pasar spot, harga perak (XAG/USD) menutup perdagangan Jumat (6/2/2026) di level US$ 77,97 per troy ons. Posisi ini menunjukkan pemulihan yang cukup berarti dari titik terendah minggu ini di kisaran US$ 64. Namun, jika ditarik dari rekor tertingginya pada 28 Januari yang sempat menyentuh US$ 116,57, harga perak tercatat masih mengalami koreksi tajam lebih dari 30% hanya dalam kurun waktu satu minggu.
Salah satu faktor utama yang memperparah kejatuhan harga minggu ini adalah intervensi kebijakan dari otoritas bursa. CME Group, bursa derivatif terbesar di dunia, mengumumkan kenaikan persyaratan margin untuk kontrak berjangka perak COMEX 5000 dari 15% menjadi 18%. Aturan ini mulai berlaku efektif setelah penutupan bisnis tanggal 6 Februari.
Kebijakan ini diambil untuk meredam spekulasi berlebihan. Namun, kenaikan biaya jaminan ini justru memukul trader ritel dan investor dengan modal terbatas. Banyak dari mereka terpaksa melakukan likuidasi posisi karena tidak sanggup menambah deposit dana.