CARAPANDANG - Pemerintah mempercepat pembangunan Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga (Jargas) sebagai strategi menekan ketergantungan impor LPG yang mencapai 72 persen dari kebutuhan nasional. Program ini ditargetkan mencapai 1,45 juta sambungan rumah hingga 2029.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari mengungkapkan, kebutuhan LPG nasional untuk memasak mencapai sekitar 5 juta metrik ton per tahun, sementara produksi dalam negeri baru 1,4 juta ton.
Jargas memanfaatkan gas bumi (metana dan etana) yang cadangannya jauh lebih melimpah di Indonesia dibandingkan LPG (propana dan butana).
Berdasarkan data Kementerian ESDM per 3 Agustus 2026, target pembangunan Jargas periode 2025–2026 mencapai 119.379 sambungan rumah di 15 kabupaten/kota dan kini memasuki tahap penyelesaian konstruksi.
Pemerintah juga mulai membangun tahap pertama di Kabupaten Cirebon dengan target 41.043 sambungan.
Selain mengurangi impor, program Jargas dinilai dapat menghemat pengeluaran rumah tangga hingga Rp900.000 per tahun dibandingkan penggunaan tabung LPG.
Pembangunan didanai melalui tiga skema: APBN, Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), dan investasi BUMN.