Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi, sehingga penerimaan pajak ikut naik. Namun, strategi itu juga membutuhkan tambahan pembiayaan melalui utang.
Ia juga menyoroti persoalan defisit fiskal yang dinilai mulai terasa nyata di tengah tekanan global dan domestik. Selain faktor internal, Dipo menyebut gejolak geopolitik turut memperburuk tekanan terhadap rupiah, termasuk dampak konflik Iran yang sempat memicu kenaikan harga minyak dunia.
“Rupiah melemah bukan hanya karena geopolitik, tapi memang sebelumnya ekonomi kita kurang baik. Istilahnya ditiup saja goyang,” ujarnya.
Selanjutnya dia menilai pelemahan rupiah tidak hanya terjadi terhadap dolar AS, tetapi juga terhadap mata uang negara-negara tetangga seperti dolar Singapura, ringgit Malaysia, hingga baht Thailand. Kondisi itu , menurutnya menunjukkan adanya persoalan fundamental dan struktural dalam perekonomian nasional yang perlu segera dibenahi pemerintah.
Pengamat: Dosa Pemerintah Sebelum Prabowo Berkontribusi Buat Rupiah Melemah
Presiden Prabowo sedang mewarisi dosa-dosa yang dilakukan oleh pemerintah sebelumnya yang menimbun hutang yang sangat besar.