Tekanan terhadap nilai tukar rupiah terus berlanjut. Pada perdagangan Rabu (3/6/2026), rupiah tercatat menyentuh level Rp 17.926 per dolar Amerika Serikat, mendekati level psikologis Rp 18.000.
Ia menjelaskan bahwa Kementerian Keuangan telah melakukan simulasi mendalam terhadap berbagai skenario ekonomi ekstrem jauh sebelum tekanan terhadap mata uang domestik terjadi.
Rupiah melemah akan berdampak negatif terhadap perekonomian nasional, sebab struktur industri nasional masih sangat bergantung pada impor bahan baku, khususnya sektor manufaktur.