Meski temuan ini sudah menjadi perkiraan banyak kalangan karena AS merupakan satu-satunya negara dalam konflik tersebut yang diketahui menggunakan rudal Tomahawk, insiden kesalahan penargetan itu telah mendiskreditkan serangan militer AS di Iran, papar laporan The New York Times.
Presiden AS Donald Trump telah berulang kali menyatakan bahwa Iran-lah, bukan AS, yang bertanggung jawab atas serangan terhadap sekolah itu.
"Berdasarkan apa yang saya lihat, itu dilakukan oleh Iran," ujar Trump kepada wartawan di Air Force One pada Sabtu (7/3).
Rudal Tomahawk "dijual dan digunakan oleh negara-negara lain," kata Trump pada Senin (9/3). "Dan bisa saja itu Iran, (yang) juga memiliki beberapa Tomahawk."
"Seperti yang diakui The New York Times dalam laporannya sendiri, penyelidikan saat ini masih berlangsung," ungkap Karoline Leavitt, sekretaris pers Gedung Putih, dalam sebuah pernyataan.
Kalangan analis mengatakan serangan terhadap sekolah yang penuh dengan siswa tersebut dapat tercatat sebagai salah satu kesalahan militer paling destruktif dalam beberapa dekade terakhir.