Kelompok perlawanan Palestina Hamas mengonfirmasi kematian juru bicara militernya Abu Ubaida serta sejumlah komandan militer lainnya selama perang Israel yang telah berlangsung dua tahun di Jalur Gaza.
Manuver Israel tersebut penting diwaspadai, karena merupakan upaya pengalihan perhatian dunia untuk melanjutkan kejahatan kemanusiaannya terhadap rakyat Palestina.
Para pelayat berkumpul di luar Masjid Imam Ali bin Abi Talib saat prosesi pemakaman untuk para korban ledakan di Homs, Suriah tengah, pada 27 Desember 2025. (Xinhua/Str)
Raja Yordania Abdullah II (kedua dari kanan) menyambut Presiden Lebanon Joseph Aoun (kedua dari kiri) di Bandar Udara Militer Marka di Amman, Yordania, pada 10 Juni 2025. (Xinhua/Mohammad Abu Ghosh)
Sheikh Mohammed menekankan bahwa penundaan dan pelanggaran gencatan senjata membahayakan seluruh proses dan menempatkan para mediator dalam posisi sulit.
Para pelayat mengusung jenazah remaja laki-laki Palestina bernama Ammar Ta'amra, yang tewas ditembak oleh tentara Israel, dalam upacara pemakamannya di Kota Tuqu', Bethlehem tenggara, Tepi Barat, pada 16 Desember 2025. (Xinhua/Mamoun Wazwaz)
Pernyataan ini muncul di tengah laporan media Israel tentang ketegangan dengan pemerintahan Trump, yang sebagai sponsor utama kesepakatan, mendorong Israel untuk segera beralih ke fase kedua