CARAPANDANG - Pelatih legendaris asal Spanyol, Pep Guardiola, secara resmi akan meninggalkan Manchester City setelah pertandingan terakhir Premier League melawan Aston Villa, Minggu (24/5/2026) waktu setempat.
Kepergian ini mengakhiri masa baktinya selama satu dekade di Etihad Stadium, yang dianggap sebagai salah satu periode tersukses dalam sejarah sepak bola Inggris.
Meskipun kontraknya masih menyisakan satu tahun hingga 2027, Guardiola mengonfirmasi bahwa sudah saatnya bagi dirinya untuk pergi.
"Tidak ada yang abadi. Jika abadi, saya akan tetap di sini. Yang abadi adalah perasaan, orang-orang, kenangan, dan cinta saya untuk Manchester City saya," tutur Pep.
Ia juga menegaskan bahwa ia berencana untuk beristirahat dan belum memiliki rencana untuk melatih dalam waktu dekat.
Selama 10 tahun menangani The Citizens, Guardiola telah mempersembahkan 20 trofi bergengsi, termasuk enam gelar Premier League dan trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub pada tahun 2023.
Meski tidak lagi menjadi manajer, Guardiola akan tetap terhubung dengan klub melalui peran barunya sebagai Global Ambassador untuk City Football Group (CFG), memberikan saran teknis kepada klub-klub dalam kelompok tersebut seperti Girona dan New York City.
Sebagai penghormatan atas jasanya, Manchester City juga akan merubah nama North Stand di Etihad Stadium menjadi "The Pep Guardiola Stand" serta mendirikan patung untuknya.