Kepala Bakom Muhammad Qodari menegaskan bahwa agenda resmi Presiden Prabowo pada pekan terakhir Mei 2026 hanya terbatas pada kunjungan kenegaraan ke Prancis selama 26-29 Mei 2026, membantah kabar yang menyebut adanya kunjungan tambahan ke Italia.
"Sejak awal tidak ada pernyataan pemerintah RI bahwa Presiden akan ke Italia. Jadwal resmi memang hanya ke Prancis," kata Qodari di Jakarta, Minggu (31/5/2026).
Perbedaan gaya diplomasi antara kedua kepemimpinan juga tercermin dari data historis.
Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono tercatat sebagai pemegang rekor dengan total 86 lawatan ke 52 negara selama masa jabatannya (2004-2014).
Sementara Jokowi menunjukkan pendekatan lebih selektif dengan total sekitar 58 kunjungan dalam sepuluh tahun, lebih banyak menitikberatkan pada diplomasi ekonomi dan investasi infrastruktur.