3. Minuman olahraga
Minuman olahraga tidak hanya sarat kalori, tapi, seringkali juga mengandung pewarna buatan yang dapat menyebabkan kerusakan metabolisme.
Menurut Dr. Vass, orang biasa tidak memerlukan cairan mengandung karbohidrat berlebih, kecuali orang tersebut adalah atlet kompetitif yang telah memforsir diri selama dua hingga tiga hari berturut-turut.
"Air dan elektrolit melakukan tugasnya tanpa menyebabkan kerusakan metabolisme," ujar dia.
4. Alkohol lebih dari dua gelas per bulan
Vass menyarankan untuk membatasi diri mengonsumsi dua gelas minuman beralkohol sebulan untuk menurunkan risiko serangan jantung. Mengonsumsi alkohol berturut-turut meski dalam jumlah sedang dapat meningkatkan tekanan darah, mengganggu pola tidur dan meningkatkan penanda inflamasi.
5. Minuman soda diet
Vass menyatakan minuman soda diet bukan pilihan minuman sehat karena mengandung pemanis buatan yang dapat memicu respon insulin.
"Mereka juga mengubah komposisi mikrobioma usus Anda dan, dalam studi besar, secara independen dikaitkan dengan kejadian kardiovaskular," kata dia.