CARAPANDANG - Persatuan Insinyur Indonesia (PII) berharap pemerintah menjadikan tragedi tabrakan kereta di Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4), sebagai momentum untuk evaluasi.
“Kami berharap kepada otoritas yang berwenang atas pengelolaan transportasi perkeretaapian, menjadikan peristiwa kecelakaan ini sebagai momentum untuk melakukan evaluasi secara komprehensif, baik secara sistem pengelolaan maupun teknologi, agar peristiwa ini tidak terulang lagi,” ujar Ketua Umum PII Ilham Akbar Habibie dalam keterangan di Jakarta, Selasa.
Selain itu, Ilham mengajak semua pihak untuk menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengenai faktor-faktor yang menyebabkan tragedi tersebut.
Senada dengan Ilham, Ketua Badan Kejuruan Teknik Perkeretaapian PII Hermanto Dwiatmoko mengatakan insiden tersebut harus menjadi evaluasi besar bagi pemerintah dengan melakukan investigasi secara teknis maupun nonteknis.
“Kami mendorong adanya investigasi teknis yang komprehensif. Kami mengawal proses evaluasi ini agar akar masalah, baik dari sisi human error (kelalaian manusia) maupun kegagalan teknis, dapat teridentifikasi secara akurat,” kata dia.
Sementara itu, dia mengatakan ada sejumlah hal yang dapat dilakukan pemangku kepentingan terkait, seperti KNKT maupun PT Kereta Api Indonesia atau KAI (Persero), dalam mengambil kebijakan pascatragedi tersebut.