Prabowo menjelaskan, aplikasi tersebut telah membantu siswa mendapatkan akses terhadap 4.843 materi pembelajaran gratis, termasuk mendukung proses belajar mengajar bagi masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Saat ini, Rumah Pendidikan telah digunakan oleh 6,9 juta pengguna.
"Penghargaan dari PBB ini membuktikan digitalisasi pendidikan kita diakui dunia. Kita melompat, kita melompat," jelas dia.
Capaian yang telah diraih harus menjadi motivasi untuk terus melakukan yang terbaik bagi bangsa, khususnya dalam bidang pendidikan. Maka itu, pemerintah berkomitmen terus mempercepat pemerataan kualitas pendidikan melalui teknologi, termasuk dengan mendistribusikan 700.000 panel interaktif digital hingga akhir 2026 atau semester I 2027 agar setiap sekolah memiliki tambahan akses terhadap materi pembelajaran terbaik.