"Insyaallah, kami sangat optimis untuk implementasi perilisan B50 itu akan dilakukan nanti pada 1 Juli. Dengan demikian, itu akan mengurangi atau bahkan kita tidak lagi melakukan impor solar, khususnya C48," kata Bahlil di Jakarta, Kamis (18/6) .
Bahlil juga memastikan teknis implementasi B50 telah melalui rangkaian tahap uji coba dan menunjukkan hasil yang baik.
B50 saat ini telah diujicobakan untuk berbagai jenis kendaraan, di antaranya alat berat, kapal, kereta api, hingga sejumlah kendaraan lain, seperti tambang, ekskavator, dan alat pertanian.
Jika B50 berlaku, devisa negara yang dihemat diperkirakan mencapai hingga Rp157,28 triliun pada tahun ini.