Beranda Feature Ragam Kisah Unik di Balik Riuhnya Tradisi Mudik

Ragam Kisah Unik di Balik Riuhnya Tradisi Mudik

Sejak pagi buta, deru kendaraan roda dua dan empat tak henti-hentinya melintas, menciptakan suasana khas musim mudik.

0
Ilustrasi | Istimewa

Ratusan kapal nelayan dengan bobot di atas 50 Gross Tonnage (GT) mulai bersandar di pelabuhan, menyebabkan kepadatan hingga ke muara sungai.

Sekitar 300 dari 400 kapal besar telah kembali, serta diperkirakan jumlahnya akan terus bertambah.

Fenomena ini menandakan bahwa tradisi pulang kampung juga mengakar kuat di kalangan nelayan, yang meninggalkan lautan demi berkumpul dengan keluarga saat Lebaran.

Kepala UPP Syahbandar Indramayu Capt Ujang Sunardi menjelaskan kepulangan para nelayan ini merupakan tradisi tahunan di daerah tersebut.

Selain itu, momen ini juga bertepatan dengan persiapan acara nadran, yakni pesta laut yang akan digelar setelah Lebaran.

Kepadatan kapal diperkirakan akan terus meningkat menjelang Lebaran. Untuk mengantisipasi gangguan lalu lintas kapal, pihak terkait telah memindahkan kapal patroli ke muara guna menjaga akses tetap terbuka.

Mudik unik di Jalur Pantura Cirebon

Mudik menggunakan kendaraan pribadi sudah menjadi hal lumrah, tetapi bagi Akbar, pemudik asal Jakarta, perjalanan ke kampung halamannya di Tegal justru lebih nyaman menggunakan bajaj.

Ia bersama istrinya dan seorang sopir menempuh perjalanan puluhan kilometer, melintasi Jalur Pantura dari arah Jakarta menuju Cirebon, dengan kendaraan roda tiga tersebut.

Menurut dia, meskipun bajaj memiliki ruang yang sempit, kendaraan ini tetap nyaman untuk perjalanan jauh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here