Beranda Internasional Ratusan Tanker Mengantre di Selat Hormuz, Aliran Minyak Anjlok 86 Persen

Ratusan Tanker Mengantre di Selat Hormuz, Aliran Minyak Anjlok 86 Persen

Data terkini menunjukkan aliran minyak melalui selat ini turun hingga 86 persen dibandingkan rata-rata harian tahun 2026.

0
Ilustrasi

Ia juga memperingatkan bahwa jalur-jalur pipa minyak bisa menjadi sasaran dan Iran tidak akan membiarkan "satu tetes pun minyak" meninggalkan kawasan itu.

Sebelumnya, IRGC mengklaim telah menembak kapal tanker minyak Athena Nova milik sekutu AS dengan dua kendaraan udara tak berawak (UAV) di selat tersebut, yang menyebabkan kebakaran di kapal.

Iran menuduh kapal tersebut mencoba transit secara ilegal dan bertindak seirama dengan Amerika Serikat.

Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) telah menaikkan tingkat keamanan maritim di Selat Hormuz ke level kritis, kategori risiko tertinggi, setelah dipastikan adanya beberapa serangan terhadap kapal komersial pada akhir pekan lalu di Teluk Oman dan perairan pesisir Uni Emirat Arab.

Akibat meningkatnya risiko, perusahaan asuransi maritim mulai membatalkan pertanggungan risiko perang (war risk coverage) untuk kapal di kawasan Teluk. Perusahaan seperti Gard, Skuld, NorthStandard, London P&I Club, dan American Club mengeluarkan pemberitahuan pembatalan yang akan berlaku efektif 5 Maret 2026.

Premi risiko perang melonjak hingga 1 persen dari nilai kapal dalam 48 jam terakhir, dibandingkan pekan lalu yang hanya sekitar 0,2 persen. Kenaikan ini menambah biaya ratusan ribu dolar untuk setiap pengiriman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here