Beranda Internasional Ratusan Tanker Mengantre di Selat Hormuz, Aliran Minyak Anjlok 86 Persen

Ratusan Tanker Mengantre di Selat Hormuz, Aliran Minyak Anjlok 86 Persen

Data terkini menunjukkan aliran minyak melalui selat ini turun hingga 86 persen dibandingkan rata-rata harian tahun 2026.

0
Ilustrasi

Sejumlah perusahaan pelayaran kontainer terkemuka dunia menghentikan pelayaran melalui selat akibat meningkatnya risiko keamanan . Hapag-Lloyd mengumumkan penghentian transit di Selat Hormuz dengan alasan penutupan keamanan, sementara Maersk menangguhkan semua penyeberangan kapal hingga pemberitahuan lebih lanjut.

MSC juga memberlakukan penangguhan pemesanan (booking) ke Timur Tengah dan menginstruksikan kapal yang beroperasi di Teluk untuk menuju area perlindungan yang aman.

CEO Ocean Network Express (ONE), Jeremy Nixon, memperkirakan sekitar 10 persen dari armada kapal kontainer global saat ini terjebak dan kargo akan mulai menumpuk di hub pengiriman serta pelabuhan utama di Eropa dan Asia akibat kurangnya pergerakan.

Gangguan ini memicu lonjakan harga minyak dan gas. Harga minyak mentah Brent melonjak hingga 13 persen, sementara harga gas Eropa melonjak lebih dari 40 persen setelah serangan juga menghantam kilang Ras Tanura di Arab Saudi dan pabrik LNG Qatar, yang memicu penghentian operasi . Biaya pengiriman minyak dari Timur Tengah ke Asia juga berada di level tertinggi dalam enam tahun terakhir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here