Di sisi ekonomi, transformasi berarti memperluas basis pertumbuhan agar lebih tahan terhadap guncangan. Hilirisasi sektor pertanian perlu dipercepat untuk meningkatkan nilai tambah dan mengurangi ketergantungan pada komoditas mentah. Penguatan UMKM harus diiringi akses pembiayaan, digitalisasi, dan integrasi pasar agar sektor ini benar-benar menjadi penyangga ekonomi rakyat. Proyek konektivitas strategis, seperti peningkatan akses jalan dan jaringan distribusi, harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi ketahanan jangka panjang, bukan sekadar proyek infrastruktur semata.
Dengan pendekatan tersebut, pemulihan tidak hanya berarti build back (membangun kembali yang rusak), melainkan build back better and stronger: membangun lebih baik, lebih tangguh, dan lebih adaptif terhadap risiko masa depan. Di sinilah letak makna strategis dari satu tahun kepemimpinan ini: stabilitas telah dijaga, dan fondasi transformasi mulai diletakkan agar Sumatera Barat tidak sekadar pulih, tetapi bangkit dengan struktur ekonomi dan tata kelola yang lebih kuat.