Melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto, SD Negeri Leuwibatu 02 memperoleh enam ruang kelas baru, satu toilet, serta rehabilitasi tiga ruang kelas dengan anggaran Rp2,1 miliar. Sementara SD Negeri Leuwibatu 03 mendapatkan tiga ruang kelas baru, satu ruang administrasi, serta rehabilitasi empat ruang kelas dengan anggaran Rp1,5 miliar. Kedua sekolah ini sekarang digabung menjadi SDN Leuwibatu 02.
Bagi para guru, perubahan tersebut membawa semangat baru dalam proses pembelajaran. “Anak-anak senang sekali. Jadi lebih semangat. Mengajar juga setiap pagi jadi semangat bertemu anak-anak. Dulu sebelum proyek selesai, mereka selalu bertanya kapan bisa pindah ke gedung baru. Sekarang alhamdulillah sudah bisa belajar di sini,” tutur Guru kelas 2 SDN Leuwibatu 02, Nurul Komariyah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa revitalisasi sekolah memiliki dampak ganda. Selain menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi peserta didik, program ini juga menjadi instrumen penggerak ekonomi masyarakat. “Revitalisasi sekolah tidak hanya membangun sarana pendidikan, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Sistem pelaksanaannya dilakukan secara swakelola dengan mengutamakan tenaga kerja lokal serta pembelian material dari toko-toko setempat,” terang Mendikdasmen.