Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut langsung dari temuan Presiden Prabowo Subianto yang menilai kualitas buku ajar di Indonesia masih jauh dari layak, baik dari segi materi, kenyamanan baca, hingga ketahanan fisiknya.
Kantor Staf Presiden (KSP) mengatakan penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) merupakan intervensi strategis negara guna menghadirkan pendidikan berkualitas yang merata dan dekat dengan masyarakat Indonesia, bahkan hingga ke wilayah yang sebelumnya sulit terjangkau
Presiden Prabowo Subianto mengungkap rencananya ingin berinvestasi dalam jumlah besar pada sektor pendidikan karena Presiden meyakini seluruh kemampuan untuk berinovasi dan menciptakan terobosan-terobosan ke depannya berakar pada kualitas pendidikan di dalam negeri