Namun, dolar AS kembali menguat setelah muncul laporan bahwa tim negosiasi Iran menghentikan pertukaran pesan dengan AS melalui mediator akibat serangan di Lebanon. Setelah itu, Presiden AS Donald Trump menyebut telah berbicara dengan kelompok milisi Lebanon yang berafiliasi dengan Iran, Hezbollah, melalui perantara dan mendapatkan komitmen agar kelompok tersebut tidak menyerang Israel. Pernyataan itu kemudian memangkas sebagian penguatan dolar AS.
Menguatnya dolar AS di pasar global pada akhirnya dapat menekan ruang penguatan mata uang negara lain, termasuk rupiah. dilansir cnbcindonesia.com