Meski sumber daya terbatas, para relawan mengatakan mereka tetap berkomitmen menjalankan program distribusi makanan, bertekad meringankan beban keluarga rentan seiring tantangan kemanusiaan yang lebih luas terus berlangsung.
Seorang relawan membagikan makanan gratis bagi mereka yang membutuhkan di dapur amal di Sanaa, Yaman, pada 15 Maret 2026. (Carapandang/Xinhua/Mohammed Mohammed)
Abu Zaid, salah satu relawan, mengungkapkan kebahagiaannya dalam membantu warga yang membutuhkan. "Sejujurnya, saya melupakan semua rasa lelah ketika melihat anak-anak tersenyum saat menerima makanan gratis ini," ungkapnya.
Di dalam dapur kecil itu, sebagian relawan bekerja di sekitar panci-panci besar berisi makanan yang sedang dimasak, sementara yang lain bergegas mengisi wadah-wadah dengan porsi kecil-kecil, berusaha melayani sebanyak mungkin orang sebelum persediaan hari itu habis.
Yaser al-Absi, relawan yang bertugas memasak, mengatakan bahwa membantu mereka yang membutuhkan memberinya ketenangan batin.
"Ketika kami membawa kebahagiaan dan senyuman bagi orang-orang yang benar-benar membutuhkan, kami merasakan kebahagiaan dan ketenangan yang tak terlukiskan," katanya kepada Xinhua, "terutama ketika kami melihat makanan itu sampai kepada mereka yang benar-benar berhak."
Upaya al-Yamani dan para relawan merupakan bagian dari respons yang lebih luas terhadap krisis kemanusiaan yang memengaruhi jutaan orang.