Beberapa saat kemudian, Ali bertemu seseorang yang tertarik membeli unta tersebut.
“Berapa engkau jual unta ini, wahai Ali?” tanyanya.
Ali menjawab, “Tiga ratus dirham.”
Tanpa tawar-menawar, orang itu langsung membayar tunai tiga ratus dirham.
Sedekah Tidak Pernah Mengurangi Harta
Dengan penuh rasa syukur, Ali segera menemui penjual unta pertama dan membayar seratus dirham yang menjadi haknya. Sisanya, dua ratus dirham, ia bawa pulang dan diserahkan kepada Fatimah. Mendengar kisah suaminya, Fatimah tersenyum haru dan berkata,
“Engkau telah mendapatkan taufik dari Allah dan keberkahan karena keikhlasan sedekahmu enam dirham.”
Kisah sedekah Ali bin Abi Thalib ini menjadi bukti nyata bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta, bahkan sebaliknya, membuka pintu-pintu rezeki yang tak disangka-sangka. Ketulusan yang ditunjukkan menjadi pelajaran berharga bahwa rezeki bukan hanya tentang angka, melainkan tentang niat. Ia memberi bukan karena berlebih, tapi karena yakin bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan kebaikan sekecil apa pun. Ketulusan menjadi magnet keberkahan yang mengubah keterbatasan menjadi kecukupan.