Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer telah menetapkan batasan antara kerja sama defensif terbatas dan partisipasi ofensif, dengan mengatakan kepada Parlemen Inggris bahwa tugasnya adalah menilai kepentingan nasional Inggris dan menegaskan Inggris tidak akan bergabung dalam "serangan ofensif." Starmer segera mendapat teguran dari Trump, yang mengatakan bahwa hubungan Inggris-AS "jelas tidak seperti dulu."
Presiden AS itu melangkah lebih jauh lagi pada Selasa, dengan mengancam akan "memutuskan seluruh perdagangan dengan Spanyol" setelah Madrid menolak mengizinkan penggunaan pangkalan bersama untuk serangan terhadap Iran. Pemerintah Spanyol kemudian merespons bahwa pihaknya memiliki sumber daya yang diperlukan untuk menanggulangi dampak potensial dari embargo perdagangan.
Adapun Jerman, Menteri Luar Negeri Johann Wadephul pada Senin (2/3) menegaskan bahwa Jerman tidak berniat untuk berpartisipasi dalam operasi militer melawan Iran.
Orang-orang mengikuti upacara pemakaman massal bagi para siswa dan staf yang tewas dalam serangan Amerika Serikat-Israel terhadap sebuah sekolah di Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, pada 3 Maret 2026. (Carapandang/Xinhua/Kantor Berita Mehr)