Beranda Kolom Serangan terhadap Iran Cerminkan Keretakan Transatlantik, Tingkatkan Risiko Ekonomi bagi Eropa

Serangan terhadap Iran Cerminkan Keretakan Transatlantik, Tingkatkan Risiko Ekonomi bagi Eropa

Orang-orang memegang sebuah poster dalam aksi unjuk rasa untuk menentang serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran di Parliament Square di pusat kota London, Inggris, pada 28 Februari 2026. (Carapandang/Xinhua/Li Ying)

0
Xinhua

   Dia juga menyoroti kerentanan Italia terhadap gangguan pasokan LNG, mengingat impor LNG dari Qatar mencakup sekitar setengah dari impor LNG Italia. Sumber alternatif mungkin saja tersedia, "namun harganya akan naik," kata Murano.

   Belanda menghadapi pukulan ganda berupa kenaikan harga dan rendahnya cadangan. Harga gas berjangka (gas futures) Belanda melonjak dan tingkat penyimpanan digambarkan sebagai yang terendah dalam sejarah. Rene Peters, seorang pakar energi di organisasi riset TNO, memperingatkan biaya pengisian kembali stok untuk musim dingin mendatang bisa menjadi mahal.

   "Dampak limpahan dari konflik baru ini langsung terasa. Perusahaan pelayaran telah beralih dari Terusan Suez ke pengalihan kapal melalui seputar Tanjung Harapan. Ini akan mengganggu rantai pasokan," kata John Bryson, seorang profesor dari Universitas Birmingham.

   "Segera terjadi peningkatan harga minyak dan gas. Bagi banyak negara, konflik ini akan memicu inflasi, yang menyebabkan inflasi harga yang cepat," lanjut Bryson.

   Badan suaka Uni Eropa telah mengeluarkan beberapa proyeksi yang paling suram. Badan Uni Eropa untuk Suaka (European Union Agency for Asylum) memperingatkan bahwa bahkan destabilisasi parsial di Iran, yang memiliki populasi lebih dari 90 juta jiwa, dapat memicu pergerakan pengungsi besar-besaran dengan "skala yang belum pernah terjadi sebelumnya."

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here