Selain transportasi, Pemprov DKI Jakarta juga mengembangkan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) seperti Blok M Hub, serta memperluas akses hunian layak melalui program perumahan dan peningkatan kapasitas rumah susun.
Di sektor investasi, Pemprov DKI Jakarta meluncurkan Jakarta Investment Master Plan 2025–2045, menyederhanakan 44 jenis perizinan usaha, serta memberikan insentif bagi investor yang berorientasi pada keberlanjutan. Berbagai inisiatif promosi investasi seperti Jakarta Investment Festival dan Investment Project Ready-to-Offer turut diperkuat.
Pemprov DKI Jakarta juga memperkenalkan Jakarta Collaboration Fund sebagai mekanisme pembiayaan inovatif untuk mendukung pembangunan daerah tanpa membebani anggaran.
“Jakarta Collaboration Fund bukan sekadar instrumen pembiayaan, tetapi fondasi ketahanan fiskal Jakarta agar mampu menjalankan inisiatif strategis secara lebih mandiri,” jelas Pramono.
Melalui forum Indonesia Economic Summit, Pramono berharap terjalin kolaborasi konkret antara pemerintah, sektor swasta, dan mitra pembangunan untuk mempercepat terwujudnya ekosistem investasi perkotaan yang berkelanjutan.
“Kami berharap forum ini menghasilkan kerja sama nyata bagi Jakarta dan Indonesia, demi membangun kota global yang berdaya saing dan berkelanjutan,” pungkasnya. dilansir infopublik.id