Teh hitam juga kaya antioksidan, seperti polifenol dan katekin. Ahli gizi Lindsay Fencl, RD, CD mengatakan antioksidan membantu melawan radikal bebas dalam tubuh yang dapat memicu penyakit kronis. Sejumlah penelitian mengaitkan konsumsi teh secara rutin dengan kesehatan jantung yang lebih baik, terutama jika menggantikan minuman manis.
Meski demikian, konsumsi teh hitam tetap perlu dibatasi. Kandungan tanin di dalamnya dapat menghambat penyerapan zat besi, terutama pada orang dengan anemia defisiensi besi. Ahli menyarankan teh dikonsumsi di antara waktu makan, bukan saat makan.
Asupan kafein berlebihan juga dapat memicu gangguan tidur, jantung berdebar, hingga gangguan pencernaan. Rekomendasi umum membatasi kafein hingga 400 miligram per hari untuk orang dewasa, dan 200 miligram per hari bagi ibu hamil.
Selain teh hitam, beberapa jenis teh lain juga dinilai dapat membantu meningkatkan energi, seperti yerba mate, teh hijau, matcha, dan teh putih. Setiap jenis memiliki kadar kafein dan kandungan antioksidan yang berbeda.
Ahli mengingatkan minuman berkafein sebaiknya tidak menjadi satu-satunya cara untuk mengatasi rasa lelah. Pola makan seimbang, cukup minum air, dan istirahat tetap menjadi kunci menjaga energi sepanjang hari.