Beranda Umum Teladan Umar bin Abdul Aziz: Memimpin 2,5 Tahun, Adil dan Rakyat Sejahtera

Teladan Umar bin Abdul Aziz: Memimpin 2,5 Tahun, Adil dan Rakyat Sejahtera

Saat ini dunia tengah bergelut dengan ketimpangan ekonomi yang kian lebar. Di tengah hiruk-pikuk teori kapitalisme dan sosialisme, sejarah Islam menyimpan satu potret kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz , yang nyaris mustahil jika tidak benar-benar tercatat dalam tinta emas sejarah: sebuah masa di mana kemiskinan berhasil dihapuskan hanya dalam waktu kurang dari 2,5 tahun saja.

0
Umar bin Abdul Aziz ; 2,5 Tahun Memimpin Rakyat dengan Adil dan Sejahtera

Suatu malam, Umar sedang bekerja di bawah cahaya lampu yang minyaknya dibiayai dari Baitul Mal (kas negara). Datanglah seseorang yang ingin membicarakan urusan pribadi. Seketika, Umar mematikan lampu tersebut. Saat ditanya mengapa, ia menjawab, “Lampu ini menggunakan minyak dari uang rakyat untuk urusan rakyat. Jika kita bicara urusan pribadi, kita tidak boleh menggunakan fasilitas mereka.”

Umar juga meminta istrinya, Fatimah binti Abdul Malik—yang merupakan putri seorang Khalifah dan saudara dari empat Khalifah—untuk menyerahkan seluruh perhiasannya ke Baitul Mal. Umar memberikan pilihan: mempertahankan kemewahan atau tetap mendampinginya sebagai istri Khalifah yang hidup sederhana. Fatimah, dengan kesalehannya, memilih menyerahkan seluruh emas dan permata miliknya demi mendukung perjuangan suaminya.

Keadilan di Atas Segalanya

Yusuf al-Isy dalam bukunya “Dinasti Umawiyah” menjelaskan bahwa Umar melakukan perombakan struktural yang drastis. Ia tidak sekadar memberi bantuan sosial, tetapi memperbaiki sistem yang rusak.

1. Reformasi Pajak dan Penghapusan Jizyah bagi Muallaf

Sebelum masa Umar, beberapa gubernur tetap memungut jizyah (pajak perlindungan) dari orang-orang non-Muslim yang telah masuk Islam dengan alasan untuk menjaga stabilitas kas negara. Umar menghapuskan praktik ini dengan tegas. Ia mengirim surat kepada para gubernurnya yang berbunyi: “Sesungguhnya Allah mengutus Muhammad sebagai pemberi hidayah, bukan sebagai pemungut pajak.”

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here