Beranda Internasional Thailand Terapkan Kebijakan Hemat Energi Karena Kenaikan Harga Minyak

Thailand Terapkan Kebijakan Hemat Energi Karena Kenaikan Harga Minyak

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul, Selasa, mengumumkan langkah-langkah penghematan energi untuk instansi pemerintah dan perusahaan milik negara di tengah kenaikan harga minyak dunia akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

0
istimewa

"Timur Tengah adalah pemasok energi terbesar di dunia dan konflik yang sedang berlangsung di sana menyebabkan volatilitas harga minyak dan energi global secara konstan. Pemerintah pun menganggap penanganan krisis energi yang mengancam sebagai prioritas utama," kata juru bicara tersebut.

Pemerintah Thailand juga sedang meninjau proposal dari kementerian energi setempat untuk memperkenalkan langkah-langkah penghematan lebih ketat jika situasi semakin memburuk.

Permintaan rata-rata harian di Thailand untuk produk minyak saat ini mencapai sekitar 32,7 juta galon.

Per tanggal 5 Maret, total cadangan minyak di Thailand tercatat sekitar 2,1 miliar galon, yang memerlukan sebagian besar minyak mentah impor, kata Periswiwatana.

Kementerian Energi Thailand pun mengusulkan beberapa langkah konservatif untuk gedung perkantoran publik, termasuk mengatur suhu pendingin udara pada 25-26 derajat Celcius, mendorong penggunaan pakaian lengan pendek daripada jas dan dasi kecuali pada acara resmi, serta mengurangi konsumsi listrik.

Langkah-langkah lain yang diusulkan juga termasuk mematikan lampu dan peralatan yang tidak digunakan, menggunakan pengaturan hemat energi pada komputer, mematikan komputer saat tidak digunakan, dan membatasi penggunaan lift.

Pemerintah juga memerintahkan langkah-langkah penghematan bahan bakar untuk kendaraan pemerintah, seperti memantau konsumsi bahan bakar, mengemudi dengan hemat, mendorong penggunaan kendaraan bersama di antara PNS Thailand.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here