Beranda Sejarah Charlie Chaplin dan Komunisme

Charlie Chaplin dan Komunisme

Salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perfilman dunia, Charlie Chaplin, pernah mengalami pengasingan dari Amerika Serikat

0
Ilustrasi - Charlie Chaplin

CARAPANDANG - Salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perfilman dunia, Charlie Chaplin, pernah mengalami pengasingan dari Amerika Serikat pada tahun 1952. Aktor dan sutradara film bisu legendaris itu tidak secara resmi diusir melalui pengadilan, namun pemerintah AS mencabut izin masuknya ketika ia sedang berada di luar negeri.

Peristiwa ini terjadi pada masa meningkatnya ketegangan politik di Amerika Serikat yang dikenal sebagai era McCarthyisme, yaitu periode ketika pemerintah dan sejumlah politisi gencar memburu orang-orang yang dicurigai memiliki simpati terhadap komunisme.

Chaplin, yang lahir di London, Inggris, pada 16 April 1889, telah tinggal di Amerika Serikat sejak 1914 dan membangun karier besar di Hollywood. Ia dikenal luas melalui karakter ikonik “The Tramp”, tokoh gelandangan dengan topi bowler, tongkat, dan kumis kecil yang menjadi simbol film komedi bisu.

Namun, popularitasnya tidak membuatnya luput dari kontroversi politik.

Pada akhir 1940-an hingga awal 1950-an, Chaplin menjadi sasaran kritik sejumlah kelompok politik konservatif di Amerika. Ia dituduh memiliki pandangan politik kiri dan dianggap terlalu simpatik terhadap Uni Soviet.

Meski Chaplin tidak pernah menjadi anggota Partai Komunis, Biro Investigasi Federal (FBI) di bawah pimpinan J. Edgar Hoover telah lama mengawasi aktivitasnya. Menurut berbagai dokumen yang kemudian dibuka ke publik, FBI mengumpulkan berkas investigasi setebal ribuan halaman tentang Chaplin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here