Beranda Sains & Teknologi Transportasi Bijih Nikel di IMIP Masuki Era Rendah Emisi

Transportasi Bijih Nikel di IMIP Masuki Era Rendah Emisi

0
Transportasi Bijih Nikel di IMIP Masuki Era Rendah Emisi

CARAPANDANG –  PT Huayue Nickel Cobalt (HYNC) menerapkan inovasi hijau dalam distribusi bijih nikel untuk efisiensi. Perusahaan di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) itu mengoperasikan sistem pipa slurry jarak jauh sebagai solusi ramah lingkungan.

Teknologi pipa slurry dibangun sejak 2020 untuk memindahkan campuran air dan bijih nikel. Setelah dua tahun konstruksi, jalur itu mulai beroperasi pada Januari 2023.

Pipa sepanjang lebih dari 60 kilometer itu menghubungkan area tambang PT SCM ke kawasan IMIP. “Teknologi ini membuat pengangkutan bijih lebih aman dan rendah karbon,” kata Huang Shanyun, dalam relis diterima RRI.co.id, Jum'at (28/11/2025).

Ia mengatakan pipa itu melewati pegunungan dan lembah dengan elevasi ekstrem. Seluruh proses desain hingga konstruksi mengikuti standar internasional demi keamanan operasi.

Huang menjelaskan bijih dipisahkan di Feed Preparation Plant sebelum dikirim ke pabrik. Material tak terpakai melalui proses pemadatan agar memenuhi standar pengaliran slurry.

Sesampainya di pabrik, slurry melewati stasiun penurun tekanan sebelum diproduksi menjadi MHP. Produk ini merupakan komponen penting dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik.

Sistem pipa slurry memperkuat komitmen HYNC dalam penerapan industri hijau di kawasan IMIP. Huang menyebut teknologi itu menurunkan emisi hingga 30 persen dan mengurangi biaya transportasi.

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here