CARAPANDANG - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan pernyataan keras terkait konflik dengan Iran. Di tengah eskalasi perang yang telah memasuki pekan kedua, Trump menyatakan tidak tertarik untuk bernegosiasi dan bahkan mengisyaratkan perluasan target serangan, termasuk terhadap para pemimpin Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada para wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One, Sabtu (7/3/2026) waktu setempat. Ia menegaskan bahwa kampanye serangan udara yang sedang berlangsung dapat membuat proses diplomasi menjadi tidak relevan.
Trump juga menyiratkan bahwa perang hanya akan berakhir jika militer Iran hancur dan tidak ada lagi pemimpin yang tersisa.
"Pada suatu titik, mungkin tidak akan ada lagi siapa pun yang tersisa untuk mengatakan 'kami menyerah'," kata Trump kepada wartawan di Air Force One, seperti dikutip dari kantor berita Reuters, Minggu (8/3/2026).
Trump bahkan mengancam akan menghancurkan daerah-daerah dan kelompok masyarakat yang sebelumnya tidak dianggap sebagai target.
Ancaman ini disampaikan melalui media sosial, di mana ia menyatakan bahwa Iran akan dihantam sangat keras.
Meski ada enam personel militer AS yang tewas dalam konflik ini, Trump menegaskan bahwa hal tersebut tidak akan mengubah pendiriannya dan merupakan bagian dari perang.