“Terima kasih kepada Ibu Sari yang turun langsung menyapa warga dan memberikan bantuan uang serta sembako. Kehadiran beliau memberi semangat bagi warga,” ujarnya.
Winakse menjelaskan kebakaran terjadi sekitar pukul 22.00 WITA. Ia berada di lokasi saat api mulai membesar dan segera berkoordinasi dengan aparat terkait untuk mengevakuasi warga.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Lombok Tengah, Supardan, mengatakan pihaknya mengerahkan petugas dan mobil pemadam ke lokasi. Arus lalu lintas di jalur Sengkol–Mandalika sempat terganggu akibat proses pemadaman.
“Petugas sudah menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan pemadaman,” ujar Supardan.
Kepala BPBD Lombok Tengah, Ridwan Maruf, menyebut pemadaman berlangsung hingga Minggu pagi. Petugas gabungan TNI–Polri, pemerintah daerah, dan warga bekerja membersihkan material sisa kebakaran.
“Hingga pagi hari ini petugas masih memadamkan kepulan asap sisa kebakaran. Mobil tangki air juga diturunkan untuk membantu proses pendinginan,” katanya.
Ridwan menambahkan bahwa penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. “Apakah akibat arus pendek listrik atau faktor lain, masih dalam penyelidikan,” imbuhnya.
Diketahui, Adat Sade dikenal sebagai salah satu ikon wisata budaya Lombok. Rumah-rumah tradisionalnya yang khas kini sebagian besar tinggal puing.
Warga berharap pemulihan dapat dilakukan segera agar aktivitas kehidupan dan pariwisata dapat kembali berjalan.