Menurutnya, kepala sekolah perlu mengedepankan fungsi pembinaan terhadap guru, mendorong pengembangan profesional berkelanjutan, serta memastikan terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi peserta didik.
Selain itu, Wamen Fajar juga mendorong penguatan budaya kolaborasi melalui komunitas pembelajaran, termasuk melalui organisasi profesi seperti AKSI. Organisasi ini diharapkan menjadi wadah berbagi praktik baik serta penguatan kapasitas kepemimpinan kepala sekolah. “Transformasi pendidikan membutuhkan budaya belajar bersama. Kepala sekolah perlu saling berbagi pengalaman dan solusi untuk meningkatkan mutu pembelajaran,” tambahnya.
Tak hanya itu, pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan menjadi bagian integral dari transformasi pendidikan. Guru didorong untuk terus meningkatkan kapasitas profesionalnya secara terencana dan berkesinambungan.
Wamen Fajar juga menekankan bahwa transformasi pendidikan tidak dapat berjalan sendiri di lingkungan sekolah, tetapi memerlukan dukungan dari keluarga dan masyarakat sebagai bagian dari ekosistem pendidikan yang utuh. “Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun fondasi pendidikan yang kuat,” jelasnya.
Dia juga turut mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendorong transformasi pendidikan sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.